Tips Mencari Pasien Bagi Koas Gigi

Koas gigi itu tidak mudah, tapi kita tidak diciptakan menjadi orang yang mudah menyerah (sumber gambar: Instagram @abinnahl_a)

Oleh: drg. Gelar S. Ramdhani

Proses untuk menjadi seorang dokter gigi di Indonesia sangat tidak mudah, harus melewati berbagai macam tahap pendidikan, yang membutuhkan kecerdasan, keterampilan, biaya, tenaga, pikiran, mental, kesabaran yang tinggi, dan juga pengertian dari orang sekitar terutama keluarga bahwa proses pendidikan dokter gigi itu tidak mudah. Bahkan dikalangan mahasiswa Kedokteran Gigi dikenal istilah "kuliah di kedokteran gigi modal pintar aja gak bakalan cukup".

Setelah mengikuti perkuliahan tahap sarjana atau tahap strata satu. Seorang calon dokter gigi harus menempuh tahap pendidikan profesi dokter gigi, atau lebih dikenal dengan istilah tahap koas, atau ada juga yang menyebutnya tahap kepaniteraan klinik. Pada tahap ini para calon dokter gigi dituntut untuk mengaplikasikan langsung kepada pasien sungguhan, segala macam pengetahuan dan keterampilan klinis yang didapatkan selama tahap pendidikan sarjana kedokteran gigi.

Para calon dokter gigi yang sedang menjalani tahap pendidikan profesi dokter gigi atau biasa disebut dengan istilah "Dokter Gigi Muda", biasanya ditempatkan di Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) masing-masing institusi pendidikan dokter gigi. Syarat untuk lulus tahap pendidikan profesi dokter gigi, seorang dokter gigi muda harus mengerjakan seluruh pekerjaan klinik (requirement), yang telah ditentukan oleh masing-masing institusi pendidikan dokter gigi, yang mengacu pada Standar Kompetensi Dokter Gigi Indonesia (SKDGI).

Sebagian besar pekerjaan klinik seorang koas gigi adalah melakukan tindakan kedokteran gigi secara langsung kepada pasien sungguhan, tentunya didampingi dan dibimbing langsung oleh dokter gigi senior (dosen). Nah.. biasanya seorang koas gigi ini membutuhkan pasien sukarelawan, untuk memenuhi requirement yang ditentukan. Proses pencarian pasien sukarelawan ini, kalau saya rasakan dulu gampang-gampang susah. 

Dalam artikel ini saya ingin mencoba memberikan tips dan trik untuk teman-teman koas gigi agar mudah mendapatkan pasien. Berikut tipsnya:
  1. Berdoa, Rajin beribadah, Perbanyak sedekah, dan selalu Minta do'a orang tua, anda boleh percaya boleh tidak, selama saya mengikuti pendidikan profesi dokter gigi atau koas, banyak sekali keajaiban atau kemudahan-kemudahan. Saya sangat yakin kemudahan-kemudahan itu berasal dari hubungan kita dengan sang pencipta Allah Ta'ala, dan juga do'a dari orang-orang sekitar kita, khususnya orang tua. Jangan lupakan itu!;
  2. Percaya diri, ini adalah kunci keberhasilan seorang koas gigi dalam mencari pasien sukarelawan. Sebetulnya kalau mencari pasien saja mudah, tapi tugas anda sebagai koas gigi itu bukan sekedar mencari, tapi setelah mencari kemudian dapat pasien sukarelawan, pasien tersebut harus mau dan percaya kepada anda untuk dilakukan perawatan. Agar pasien itu percaya kepada anda, maka anda harus memiliki kepercayan diri yang tinggi. Sekarang bagaimana pasien mau percaya kepada anda, kalau anda sendiri kurang percaya diri? Saran saya agar kepercayaan diri anda meningkat, terus perdalam teori-teori, dan latih terus keterampilan klinis anda. Biasanya anda tidak percaya diri karena penguasaan teori dan keterampilan klinis anda sangat lemah;
  3. Jadilah pribadi yang mudah bergaul! Ingatlah bahwa sebagian besar pasien sukarelawan itu adalah masyarakat umum, mereka berada di luar lingkungan kampus atau RSGM, jadi pergaulan anda jangan cuma di kampus atau RSGM saja. Perluaslah jaringan pertemanan anda, selama saya koas, jaringan pertemanan ini sangat membantu sekali kelancaran koas saya. Anda bisa membangun jaringan pertemanan yang satu daerah misalnya, atau anda juga bisa ikut komunitas-komunitas tertentu, sebut saja komunitas olahraga, selain anda menyalurkan hobi olahraga anda juga bisa sambil cari pasien;
  4. Tingkatkan kemampuan komunikasi anda, orang bisa percaya kepada anda, orang mau menjadi pasien anda, apabila anda pandai meyakinkan orang tersebut. Salah satu cara agar orang tersebut yakin, kemampuan komunikasi anda harus baik. Saran saya anda ikuti kursus komunikasi (misalnya: kursus public speaking), perbanyak baca buku tips komunikasi, atau perbanyak menonton video tentang tips komunikasi efektif di YouTube, dan lain sebagainya;
  5. Gunakan media baik online maupun offline. Kita semua tahu bahwa zaman sekarang media adalah "senjata" terbaik untuk mempengaruhi orang lain. Maka dari itu manfaatkan media online, seperti sosial media untuk mempublikasikan diri bahwa anda sebagai koas gigi melayani masyarakat yang memiliki masalah dengan gigi dan mulut. Anda juga bisa memanfaatkan media offline seperti kartu nama dan brosur, untuk memudahkan pasien mengingat nama anda dan nomor telepon anda yang bisa dihubungi. Tapi saya mengingatkan agar  anda bijaksana dan tetap menjaga etika dalam memanfaatkan media, ingat anda adalah calon seorang profesional dalam bidang kedokteran gigi;
  6. Jaga silaturahmi atau hubungan baik dengan pasien. Ingat, selama koas anda jangan menjadikan pasien anda sebagai obyek percobaan! Niatkan dalam hati anda bahwa hubungan anda dengan pasien adalah hubungan mitra, hubungan kekeluargaan, atau hubungan saling membutuhkan. Anda sebagai calon dokter gigi harus memiliki etika yang baik dalam bersilaturahmi. Saran saya ketika anda sudah selesai mengerjakan Tn. X sebagai pasien anda, hubungan silaturahmi dengan Tn. X jangan sampai putus, terus bangun silaturahmi. Apabila Tn. X merasa puas dengan pekerjaan anda, dan silaturahmi anda tetap terjaga dengan Tn. X, saya yakin Tn. X akan mereferensikan anda kepada orang terdekat beliau, sehingga anda akan mendapatkan pasien baru hasil referensi Tn. X;
  7. Menolak pasien sama dengan menolak rezeki! Ingat, jangan sekali-kali anda mencoba menolak pasien. Biasanya mentang-mentang requirement anda sudah selesai pada salah satu pekerjaan (misal: ekstraksi), ketika datang pasien minta bantuan anda untuk ekstraksi, tidak boleh anda tolak. Sebaiknya anda kerjakan saja, niatkan untuk menolong sesama, dan mengasah kemampuan anda, atau bisa anda berikan kepada teman-teman koas lainnya, siapa teman anda tahu membutuhkan. Anda jangan pelit, hukum tanam tuai itu sangat berlaku di koas. Hari ini anda menolong teman anda, bisa jadi besok anda akan ditolong teman anda;
  8. Buat daftar catatan pasien, karena dengan anda memiliki catatan atau database pasien, akan mempermudah anda dalam mencari pasien. Anda juga bisa bertukar catatan pasien dengan teman sesama koas;
  9. Keliling gang, pencarian pasien dengan metode keliling gang ini adalah metode yang sejak koas zaman dulu dipercaya sangat ampuh dalam mendapatkan pasien. Kalau ada waktu sore-sore daripada bengong di kosan, mending jalan-jalan sore, keliling gang untuk nyari pasien sekalian nyari jodoh *ehhhh.....
Mungkin hanya itu tips dan trik mendapatkan pasien untuk koas gigi, saya berharap teman-teman koas gigi dimanapun anda berada tetap semangat menjalani rutinitas koas, saya tahu koas gigi itu tidak mudah, tapi setelah anda selesai menjalankan koas, lulus jadi dokter gigi, rasa lelah anda akan terbayarkan. Tinggal selangkah lagi anda menjadi dokter gigi, jangan menyerah! 

Semoga bermanfaat!

Simak pula tulisan Gelar S. Ramdhani lainnya klik disini
Apakah anda ingin mengetahui profil penulis tulisan ini? klik disini

Komentar

Tulisan paling populer

Rekomendasi Bus dari Jakarta ke Majalengka

Bus dari Majalengka ke Jakarta via Bekasi

Majalengka Tidak Butuh Wisata Pacaran!