Postingan

Tulisan terbaru

Sudah 71 Tahun Persatuan Dokter Gigi Indonesia, Kerjanya Ngapain Aja?

Gambar
Ketua umum Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia (sumber gambar : liputan6.com) Oleh : drg. Gelar S. Ramdhani Pada tanggal 22 Januari 1950, tepatnya di Kota Bandung Jawa Barat, berdiri sebuah organisasi profesi yang menjadi wadah Dokter Gigi seluruh Indonesia, organisasi tersebut bernama Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI). Hari ini Jum'at 22 Januari 2021 merupakan hari ulang tahun PDGI yang ke-71. Jika kita melihat dari usianya saat ini, PDGI boleh dibilang bukan organisasi "kaleng-kaleng", PDGI adalah organisasi yang sudah memiliki banyak pengalaman serta kontribusi terhadap bangsa dan negara ini. Saudara sebangsa dan setanah air yang saya hormati, Selama 71 tahun, PDGI banyak sekali memberikan kontribusi atau manfaat bagi bangsa dan negara ini, termasuk program kerja PDGI yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, misalnya bakti sosial (pemeriksaan gigi, penambalan gigi, pencabutan gigi, pembersihan karang gigi, dan lain sebagainya) program t

Faktor yang Memengaruhi Kerja obat

Gambar
Faktor yang Memengaruhi Kerja Obat (sumber gambar : progressivelifecare.com) Menurut Pusporini (2019) ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kerja obat, sehingga kinerja obat dapat mengalami perubahan, baik secara kuantitatif (kerja obat meningkat atau menurun) maupun secara kualitatif (jenis respon diubah). Adapun faktor-faktor yang dapat memengaruhi kerja obat diantaranya: A. USIA Bayi baru lahir, tingkat filtrasi glomerulus dan transpor tubular belum matang, membutuhkan waktu 5 sampai 7 bulan untuk matang Anak-anak lebih beresiko mendapatkan efek samping yang tidak diinginkan Orang tua atau lanjut usia fungsi ginjal sudah mengalami penurunan, maka dosis obat perlu dikurangi B. UKURAN TUBUH ATAU BERAT BADAN Dosis obat orang dewasa ditentukan berdasarkan berat badan orang dengan berat medium. Kemudian untuk orang yang kelebihan berat badan (obesitas) menggunakan rumus: Adult dose x weight (kg) : 70 C. JENIS KELAMIN Kebutuhan dosis obat untuk wanita biasanya lebih rendah dibanding

Tahun 2021 Warga Banjaran Hilir Majalengka Bisa Bayar PBB Pakai Sampah

Gambar
Kang Agus (tengah) Direktur Bank Sampah Banjaran Hilir Majalengka (sumber gambar: Ngawangkong Majalengka) Oleh : Gelar S. Ramdhani Beberapa hari yang lalu Kang Agus menghubungi saya lewat telepon, kami berdua adalah sesama pendiri Bank Sampah Banjaran Hilir, beserta 3 orang lainnya yaitu Kang Ari, Kang Toni, dan Kang Kiki. Saat ini Kang Agus sebagai Direktur Bank Sampah Banjaran Hilir Majalengka, dan saya sebagai pengawas. Seperti biasa Kang Agus menceritakan kepada saya bagaimana pergerakan Bank Sampah Banjaran Hilir beberapa bulan terakhir, apa saja target atau program yang sudah tercapai, apa saja yang belum tercapai, apa saja yang menjadi hambatan, dan apa saja yang menjadi peluang bagi Bank Sampah Banjaran Hilir. Dalam percakapan tersebut ada hal yang sangat menarik bagi saya, Kang Agus bercerita sekaligus meminta pertimbangan saya, bahwa beliau punya inovasi BAYAR PAJAK BUMI DAN BANGUNAN (PBB) TAHUN 2021 PAKAI SAMPAH  wah sekali lagi ini sangat menarik !!!! Secara garis besar Kan

Apakah Bisa Jadi Dokter Sekaligus Jadi Perwira TNI?

Gambar
Dokter Gigi Esra (sumber gambar: Instagram @dokesra) Oleh : drg. Gelar S. Ramdhani Letda Laut (K) drg. Esra Prasetyo, saya bersahabat dengan beliau sejak kami berdua sama-sama menempuh S1 Pendidikan Dokter Gigi di Jurusan Kedokteran Gigi Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, saya angkatan 2009 dan beliau angkatan 2010. Setelah lulus menjadi dokter gigi, pria kelahiran Bekasi, 27 September 1992 ini memilih jalan pengabdian menjadi dokter gigi di Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL). Beberapa hari lalu saya ngobrol santai dengan beliau, berikut ini adalah hasil obrolannya: Apa kabar dokter Esra? Alhamdulilah dokter Gelar, saya sehat dan semangat ! Dokter Esra, saya ingin menulis profil dokter Esra di blog saya, saya yakin profil atau perjalanan hidup dokter Esra dapat menginspirasi pembaca, khususnya anak muda Indonesia Boleh banget, silahkan dok!   Ok, kalau boleh saya tahu selama ini dokter Esra pernah menempuh pendidikan formal (sekolah)

Benarkah Sengaja Meng-covid-kan Pasien Rumah Sakit Dapat Untung?

Gambar
Petugas sedang menguburkan jenazah (sumber gambar : pmi.or.id) Oleh : drg. Gelar S. Ramdhani Tadi siang (Rabu, 8/1/21) saya bertemu dengan seorang perempuan yang sudah saya kenal sebelumnya (beliau tidak berkenan identitasnya disebutkan), kemudian kami ngobrol seperti biasa. Perempuan tersebut menceritakan kepada saya bahwa dirinya sedang berkabung, Ibu angkatnya baru saja meninggal dunia. Saya turut berduka cita atas meninggalnya beliau. Dengan mata berkaca-kaca, perempuan tersebut bercerita dan bertanya kepada saya, kurang lebih begini kalimatnya "IBU SAYA MENINGGAL DI-KOPID-KAN OLEH RUMAH SAKIT, PADAHAL HASIL PEMERIKSAAN ATAU TES PCR (SWAB) BELUM KELUAR !!! Bagaimana menurut dokter?" Saya bertanya balik kepada beliau "Ibu bisa menuduh kalau mendiang ibunda angkat ibu di-kopid-kan oleh Rumah Sakit apa dasar atau apa buktinya?", beliau langsung menjawab "Ibu angkat saya dari rumah cuma gejala tipes, ada sesak nafas sedikit, sampai rumah sakit malah di isolasi,