Membangun Bank Sampah di Majalengka

Bank Sampah Mengubah Sampah Menjadi Berkah (sumber gambar: businesstoday.in)

Oleh: Gelar S. Ramdhani

Perkenalkan saya adalah warga Kampung Banjaran Hilir, Desa Banjaran, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Sedih rasanya ketika saya melihat kondisi sungai yang ada di desa saya, kenapa sedih? Saya ingat waktu kecil, saya bersama teman-teman menjadikan sungai sebagai "taman" atau tempat bermain, berenang, ngaliwet, mancing, dan aktivitas lainnya. Kenapa dulu saya dan teman-teman senang main di sungai? karena dulu sungai di desa kami airnya bersih.

Bagaimana kondisi sungai di desa kami sekarang? Jangankan mandi di sungai, untuk sekedar duduk santai diatas bebatuan yang ada di sungai saja, kami sudah malas. Sungai di desa kami sudah sangat kotor karena tercemar oleh sampah. Banyak warga masyarakat baik dari desa kami ataupun dari luar desa yang menjadikan sungai di desa kami menjadi tempat pembuangan sampah. Jangan tanya kualias airnya bagaimana? jangan tanya aroma sungainya seperti apa? jangan tanya apakah masih ada atau tidak ekosistem kehidupan, seperti ikan sungai? Jelas sekali saya melihat dan merasakan kerusakan sungai akibat sampah, dan lebih parahnya lagi sampah yang menumpuk di sungai itu sebagian besarnya adalah sampah anorganik seperti plastik, yang susah terurai.

Pepatah mengatakan "Alangkah lebih baiknya kita menyalakan lilin daripada mengutuk dalam kegelapan", atas dasar itu saya dan rekan-rekan Pemuda Mesjid Nurul Muslimin Banjaran Hilir merasa tergerak hati untuk melakukan sebuah aksi nyata menjadikan sungai-sungai di desa saya kembali herang (bersih). Bagaimana langkahnya? Menurut saya salah satu langkah paling efektif adalah membuat sistem tata kelola sampah yang baik di Banjaran Hilir. Konsep Bank Sampah adalah sebuah konsep tata kelola sampah yang sangat populer sekarang ini, karena dengan hadirnya Bank Sampah dapat mengubah sampah yang tadinya (seolah) tidak berfaedah menjadi pundi-pundi rupiah. Kalau sampah bisa jadi rupiah, saya yakin masyarakat akan berfikir dua kali untuk membuang sampah ke sungai.

Beberapa hari yang lalu saya melakukan rapat koordinasi dengan rekan-rekan Pemuda Mesjid Nurul Muslimin Banjaran Hilir, dalam rapat tersebut saya menyampaikan keprihatinan saya terkait kondisi sungai di Desa Banjaran yang sudah sangat kotor karena sampah. Kemudian saya menawarkan ide atau gagasan untuk membangun Bank Sampah di Banjaran Hilir. Konsep Bank Sampah yang saya tawarkan sederhana saja dulu, yang penting berjalan, dan konsisten memberikan manfaat bagi masyarakat terutama manfaat ekonomi. Apabila masyarakat merasakan manfaat ekonomi dari Bank Sampah, saya yakin masyarakat akan semakin semangat dan semakin mendukung program ini. Alhamdulilah ide atau gagasan saya diterima rekan-rekan Pemuda Mesjid Nurul Muslimin Banjaran Hilir.
Sistem Bank Sampah (sumber gambar: @energiberdikari)

Apabila Bank Sampah ini sudah beroperasi di Banjaran Hilir, nanti warga Banjaran Hilir bisa menjadi nasabahnya, setiap nasabah berhak menabung menggunakan sampah anorganik, seperti: botol plastik bekas, ember bekas, gelas plastik bekas, kardus bekas, kertas bekas, besi bekas, dan lain sebagainya. Sampah dari warga rencananya akan kami tampung, kemudian akan kami jual ke pabrik atau penampungan barang bekas (rongsokan). 

Uang hasil penjualan akan kami simpan di Bank biasa yang sudah kerjasama dengan Bank Sampah Banjaran Hilir. Masing-masing nasabah bank sampah punya rekening di Bank biasa. Harapan saya uang tabungan tersebut tidak bisa diambil setiap saat, misalnya hanya dapat diambil menjelang Hari Raya Idul Fitri (lebaran) saja. Jadi pas mau lebaran masyarakat punya tabungan tak terduga, nanti bisa digunakan untuk keperluan belanja lebaran dan lain sebagainya.

Itulah manfaat dari Bank sampah, selain dapat mengurangi kebiasaan buruk masyarakat buang sampah ke sungai, secara ekonomi juga dapat meningkatkan ekonomi masyarakat, karena masyarakat dapat menabung dengan sampah. Bagi yang masih bingung terkait cara mendirikan atau gambaran kerja Bank Sampah dapat anda tonton di YouTube banyak sekali videonya.

Rencana kedepannya setelah pengelolaan sampah anorganik berjalan, saya ingin Bank Sampah Banjaran Hilir ini juga mulai berfikir mengelola sampah organik, untuk dijadikan sebuah produk bermanfaat bagi masyarakat, seperti: pupuk organik, biogas, dan lain sebagainya. Tentu dalam merealisasikan rencana besar ini perlu dukungan dari berbagai pihak. Apabila ada pihak yang ingin membantu merealisasikan rencana-rencana kami ini, atau ingin bekerjasama dengan kami, pada prinsipnya masyarakat Banjaran Hilir selalu terbuka untuk hal-hal yang positif.

Simak pula tulisan Gelar S. Ramdhani lainnya klik disini
Apakah anda ingin mengetahui profil penulis tulisan ini? klik disini

Komentar

Tulisan paling populer

Kita Butuh Bus Bandung Majalengka yang Layak!

Rekomendasi Bus dari Jakarta ke Majalengka

Kisah Kang Ari Lolos Seleksi CPNS 2018