Perbedaan Dokter Gigi dan Ahli Gigi

Dokter Gigi (sumber gambar: medicalxpress.com)

Oleh: drg. Gelar S. Ramdhani

Pernah ada yang bertanya kepada saya "Dok apa beda dokter gigi dengan tukang gigi atau ahli gigi?" dalam artikel ini saya akan mencoba menjelaskannya kepada anda.

Dokter Gigi menurut saya adalah seseorang yang telah menyelesaikan pendidikan dokter gigi baik tahap sarjana (S1) maupun profesi (koas), kemudian telah dinyatakan lulus uji kompetensi dokter gigi. Seorang dokter gigi memiliki kewenangan melakukan upaya preventif, promotif, kuratif, dan rehabilitatif dalam bidang kesehatan gigi dan mulut.

Bagaimana cara menjadi dokter gigi?
Seseorang yang ingin menjadi dokter gigi, ketika SMA harus ambil jurusan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), kemudian setelah lulus SMA harus menempuh pendidikan S1 Kedokteran Gigi (Pendidikan Dokter Gigi) kurang lebih 3,5 hingga 4 tahun, setelah lulus S1 Kedokteran Gigi akan lulus dengan gelar Sarjana Kedokteran Gigi (S.KG), lulus tahap ini belum jadi dokter gigi, harus melanjutkan ke tahap berikutnya.

Setelah lulus sebagai Sarjana Kedokteran Gigi, harus melanjutkan ke tahap pendidikan profesi dokter gigi atau disebut kepaniteraan klinik atau koas. Tahap ini kurang lebih 2 hingga 3 tahun. Setelah selesai tahap ini, wajib ikut ujian kompetensi dokter gigi, dan setelah lulus ujian kompetensi, baru dapat dilakukan sumpah dokter atau dilantik sebagai dokter gigi. 

Seorang dokter gigi telah melewati proses pendidikan yang panjang, lama, dan tidak mudah. Hal tersebut bertujuan untuk memastikan agar para dokter gigi dalam melakukan praktiknya sesuai dengan standar kompetensi yang telah ditetapkan, sehingga dapat melayani masyarakat dengan baik, tanpa khawatir melakukan tindakan yang dapat merugikan atau bahkan membahayakan kesehatan dan keselamatan pasien.

Apa itu ahli gigi atau tukang gigi?
Biasanya seorang ahli gigi atau tukang gigi mendapatkan pengetahuan dan keterampilan tentang pembuatan gigi palsu, pemasangan kawat gigi (behel), dsb dari kursus singkat, turun temurun, bahkan ada juga yang belajar sendiri.

Simak pula tulisan Gelar S. Ramdhani lainnya klik disini
Apakah anda ingin mengetahui profil penulis tulisan ini? klik disini

Komentar

Tulisan paling populer

Kenapa Saat Sakit Gigi Tidak Boleh Cabut Gigi?

Minum Amoxicillin Sembarangan Saat Sakit Gigi, Bahaya!

Tips Pemeriksaan Kesehatan Gigi Seleksi TNI Polri