Dokter Gigi Yodi Salah Satu Pendekar Penanganan COVID-19 di RSD Wisma Atlet

Letda Laut (K) drg. Yodi Oktobiano (sumber gambar: koleksi drg. Yodi)

Oleh: drg. Gelar S. Ramdhani

Bagi saya adalah suatu kebanggaan mengetahui banyak sekali teman sejawat saya dokter gigi, yang mengabdikan diri di garis depan penanganan wabah Corona Virus Disease atau kita kenal dengan COVID-19. Apalagi teman sejawat tersebut bukan siapa-siapa melainkan sahabat saya sendiri sekaligus senior saya di almamater tercinta Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Baiturrahmah (FKG Unbrah) Padang, Sumatera Barat.

Beliau adalah Letda Laut (K) drg. Yodi Oktobiano, pria kelahiran tahun 8 Oktober 1989 ini setelah menempuh pendidikan dokter gigi di FKG Unbrah Padang, beliau memutuskan untuk mengabdi kepada Bangsa dan Negara sebagai Dokter Gigi di TNI Angkatan Laut. Perwira TNI AL asal Jambi ini merupakan lulusan Pa PK Angkatan 26B ini, saat ini bertugas sebagai Paur Polgi Lanal Bengkulu Lantamal II Padang

Sebagai seorang tentara, dokter gigi Yodi harus selalu siap ditugaskan kemanapun dan kapanpun juga. Pada masa pandemi COVID-19 ini drg. Yodi mendapatkan panggilan tugas sebagai Satgas COVID-19 di Rumah Sakit Darurat COVID-19 Wisma Atlet Jakarta, beliau bertugas di RSD Wisma Atlet mulai 21 April 2020 sampai dengan 23 Mei 2020. Selama bertugas di Wisma Atlet, beliau diperecaya sebagai Koordinator Lapangan TIM SWAB, tugas sehari-hari beliau sebagai koordinator pengambilan sampel dari pasien yang diduga positif COVID-19, untuk selanjutnya hasil SWAB tersebut dilakukan pengujian.

drg. Yodi bertugas sebagai koordinator pengambilan sampel SWAB (sumber gambar: koleksi drg. Yodi)

Melalui pesan singkat WhatsApp saya bertanya kepada beliau "Ijin bang, apa yang membuat abang (boleh saya katakan) berani dan tetap semangat bertugas di RSD Wisma Atlet? Padahal resikonya sangat besar sekali bang" beliau langsung menjawab "Gelar, ini adalah dedikasi abang sebagai tentara untuk Bangsa dan Negara, bagi seorang prajurit panggilan tugas adalah suatu kehormatan, walaupun nyawa taruhannya!" Jujur, merinding saya membacanya, saya ga bisa balas pesan dari beliau, selain mengirimkan emoticon takjub.

Pertanyaan saya selanjutnya "Walapun abang seorang tentara, tentu sebagai manusia abang punya rasa sedih, apa yang membuat abang merasa sedih saat penugasan di RSD Wisma Atlet?" beliau menjawab "Selama abang tugas di RSD Wisma Atlet, jujur abang paling sedih ketika melihat atau menangani pasien anak yang positif, mungkin kamu juga bisa membayangkan seorang anak, dinyatakan positif harus jauh (diisolasi) dari keluarganya, dirawat dalam kurun waktu yang cukup lama, abang rasa itu tidak mudah, anaknya pasti sedih, orang tuanya pun begitu. Maka dari itu abang menghimbau kepada seluruh orang tua, agar dapat melindungi anaknya jangan sampai tertular COVID-19, ayo ikuti himbauan pemerintah, terapkan protokol kesehatan"


drg. Yodi adalah salah satu dokter gigi yang bertugas di RSD Wisma Atlet dalam penanganan COVID-19 (sumber gambar: koleksi drg. Yodi)

Saya kembali bertanya "Bang apakah abang tidak rindu keluarga atau orang-orang yang abang sayangi?" tak lama kemudian beliau jawab "Tentu rindu lar, namanya juga manusia biasa, tapi sekali lagi abang kan tentara, panggilan tugas harus menjadi prioritas utama, apalagi ini menyangkut kemanusiaan, kita sebagai dokter sudah menyatakan sumpah bahwa seumur hidup kita untuk kemanusiaan"

Kemudian dokter gigi Yodi juga bercerita tentang siapa saja relawan yang bertugas di RSD Wisma Atlet "Relawan kesehatan yang bertugas di RSD Wisma Atlet sebagai besar dari Institusi Pemerintahan, TNI dan Polri, yang mana Institusi Pemerintah, TNI, dan Polri adalah penggerak utama operasional RSD Wisma Atlet ini, dibantu juga rekan-rekan relawan dari organisasi profesi kesehatan, dan juga rekan-rekan relawan dari unsur lainnya"

Ketika saya tanya ada "Apakah dokter gigi yang bertugas di RSD Wisma Atlet hanya abang sendiri?" beliau menjawab "Tidak Gelar, disini banyak sekali sejawat dokter gigi yang bertugas membantu masyarakat, diantaranya komandan kami, yang tanpa lelah memotivasi kami, menjadi panutan kami yaitu Letkol Laut (K) drg. Muh. Arifin, Sp.Ort beliau adalah Koordinator Penggerak Medis dan Paramedis) kemudian ada juga sabahat saya Letda Laut (K) drg. Neno Karisma alumni Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Sriwijaya (FKG Unsri) Palembang"


drg. Neno Karisma sahabat drg. Yodi (sumber gambar: koleksi drg. Yodi)

Terakhir beliau bercerita, bahwa penugasannya di RSD Wisma Atlet akan menjadi cerita yang takan pernah terlupakan selama hidupnya, sebagai Dokter sekaligus Perwira Angkatan Laut penugasan tersebut menjadi suatu kebanggaan dan kehormatan. Apalagi selama bertugas mendapatkan pengalaman-pengalaman berharga, bisa melayani masyarakat banyak, bisa bekerjasama dengan orang-orang hebat, bisa menjadi anak buah pimpinan-pimpinan hebat, itu adalah pengalaman luar biasa.

drg. Yodi berpesan kepada masyarakat agar terus menjaga kesehatan tubuh, supaya terhindar dari wabah COVID-19, terus ikuti himbauan pemerintah dan jangan lupa senantiasa menerapkan protokol kesehatan yang telah ditetapkan.

Yuk baca juga artikel terkait
  1. Dokter Gigi M. Arifin "Panglina Perang" di RS Darurat COVID-19 Wisma Atlet, Jakarta
  2. Dokter Gigi Tidak Punya Peran Penting Saat Pandemi COVID-19! Benarkah itu?
Simak pula tulisan Gelar S. Ramdhani lainnya klik disini
Apakah anda ingin mengetahui profil penulis tulisan ini? klik disini

Komentar

Posting Komentar

Tulisan paling populer

Kenapa Saat Sakit Gigi Tidak Boleh Cabut Gigi?

Minum Amoxicillin Sembarangan Saat Sakit Gigi, Bahaya!

Tips Pemeriksaan Kesehatan Gigi Seleksi TNI Polri