Postingan

Menampilkan postingan dengan label covid19

Benarkah Sengaja Meng-covid-kan Pasien Rumah Sakit Dapat Untung?

Gambar
Petugas sedang menguburkan jenazah (sumber gambar : pmi.or.id) Oleh : drg. Gelar S. Ramdhani Tadi siang (Rabu, 8/1/21) saya bertemu dengan seorang perempuan yang sudah saya kenal sebelumnya (beliau tidak berkenan identitasnya disebutkan), kemudian kami ngobrol seperti biasa. Perempuan tersebut menceritakan kepada saya bahwa dirinya sedang berkabung, Ibu angkatnya baru saja meninggal dunia. Saya turut berduka cita atas meninggalnya beliau. Dengan mata berkaca-kaca, perempuan tersebut bercerita dan bertanya kepada saya, kurang lebih begini kalimatnya "IBU SAYA MENINGGAL DI-KOPID-KAN OLEH RUMAH SAKIT, PADAHAL HASIL PEMERIKSAAN ATAU TES PCR (SWAB) BELUM KELUAR !!! Bagaimana menurut dokter?" Saya bertanya balik kepada beliau "Ibu bisa menuduh kalau mendiang ibunda angkat ibu di-kopid-kan oleh Rumah Sakit apa dasar atau apa buktinya?", beliau langsung menjawab "Ibu angkat saya dari rumah cuma gejala tipes, ada sesak nafas sedikit, sampai rumah sakit malah di isolasi,

Pemkab Majalengka Membangun Taman Saat Pandemi COVID-19, ini Pendapat Saya!

Gambar
Proyek Pembangunan Taman Pulau Lalu Lintas (sumber gambar: tim admin @besokseninco) Oleh: Gelar S. Ramdhani Sebagai warga Majalengka saya sering melihat postingan dari beberapa akun sosial media tentang Majalengka, salah satunya dari akun @besokseninco. Pada tanggal 27 Juni 2020 saya melihat postingan akun @besokseninco tentang "Apa yang Salah dengan Mempercantik Bundaran yang Sudah Ada?", postingan tersebut membahas tentang pembangunan taman pulau lalu lintas di beberapa titik di Kota Majalengka yang sedang dilakukan oleh Pemkab Majalengka. Postingan @besokseninco menuai reaksi berbagai komentar netizen. Saya menyimak satu persatu komentar netizen, mayoritas netizen tidak setuju dengan pembangunan taman pulau lalu lintas tersebut, salah satu alasannya karena kondisi sekarang masih pandemi COVID-19, kita tahu bahwa pandemi COVID-19 ini sangat berpengaruh atau berdampak pada ekonomi (pendapatan) masyarakat, termasuk ekonomi masyarakat Majalengka.

Pandemi COVID-19, Bayi dan Balita di Majalengka Terancam Kekurangan Gizi (Bagian 2)

Gambar
Hatur nuhun relawan semuanya! (sumber gambar: dokumentasi tim rekan kusuma) Oleh: Gelar S. Ramdhani Artikel ini adalah lanjutan dari artikel " Pandemi COVID-19, Bayi dan Balita di Majalengka Terancam Kekurangan Gizi (Bagian 1)" . Bagi anda yang belum membaca artikel bagian 1, sebaiknya baca terlebih dahulu bagian 1, kemudian silahkan anda membaca artikel yang ini (Bagian 2). KLIK DISINI untuk membaca artikel Bagian 1 Terhalang jarak! Sejak bulan April 2020 saya belum pulang kampung ke Majalengka, bahkan lebaran tahun ini saya rayakan bersama istri, anak, dan saudara saya di Kota Bandung. Saya memilih tidak mudik karena ingin mematuhi himbauan pemerintah, agar wabah COVID-19 ini segera berakhir. Jujur saja, awalnya saya agak sedikit bingung, bagaimana strategi agar pelaksanaan teknis program Rekan Kusuma ini dapat berjalan dengan baik, tanpa saya harus pulang ke Majalengka (karena memang sangat tidak memungkinkan). Akhirnya saya memutuskan u

Pandemi COVID-19, Bayi dan Balita di Majalengka Terancam Kekurangan Gizi (Bagian 1)

Gambar
Peduli sesama adalah kunci untuk mencegah bayi dan balita agar tidak mengalami gizi buruk (sumber gambar: dokumentasi tim rekan kusuma) Oleh: Gelar S. Ramdhani Berawal dari cerita kang Agus Waktu itu pertengahan bulan Mei 2020, sekitar pukul 21.00 WIB salah satu sahabat saya yaitu Kang Agus dari Banjaran Hilir menghubungi saya lewat telepon. Seperti biasa beliau berdiskusi dengan saya membahas tentang kepemudaan di Blok Banjaran Hilir Desa Banjaran Kecamatan Banjaran Kabupaten Majalengka. Topik utama diskusi tersebut diantaranya laporan perkembangan kegiatan Bank Sampah Banjaran Hilir, dan rencana kegiatan pencegahan penyebaran wabah COVID-19 di Banjaran Hilir. Ketika berdiskusi membahas masalah corona, kang Agus bercerita dampak corona terhadap ekonomi masyarakat Banjaran Hilir. Singkat cerita kang Agus bercerita kepada saya bahwa di Banjaran Hilir banyak sekali warga yang kehilangan penghasilan gara-gara wabah COVID-19, salah satu diantaranya adalah Bapak A

Dokter Gigi Yodi Salah Satu Pendekar Penanganan COVID-19 di RSD Wisma Atlet

Gambar
Letda Laut (K) drg. Yodi Oktobiano (sumber gambar: koleksi drg. Yodi) Oleh: drg. Gelar S. Ramdhani Bagi saya adalah suatu kebanggaan mengetahui banyak sekali teman sejawat saya dokter gigi, yang mengabdikan diri di garis depan penanganan wabah Corona Virus Disease atau kita kenal dengan COVID-19. Apalagi teman sejawat tersebut bukan siapa-siapa melainkan sahabat saya sendiri sekaligus senior saya di almamater tercinta Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Baiturrahmah (FKG Unbrah) Padang, Sumatera Barat. Beliau adalah Letda Laut (K) drg. Yodi Oktobiano, pria kelahiran tahun 8 Oktober 1989 ini setelah menempuh pendidikan dokter gigi di FKG Unbrah Padang, beliau memutuskan untuk mengabdi kepada Bangsa dan Negara sebagai Dokter Gigi di TNI Angkatan Laut. Perwira TNI AL asal Jambi ini merupakan lulusan Pa PK Angkatan 26B ini, saat ini bertugas sebagai Paur Polgi Lanal Bengkulu Lantamal II Padang Sebagai seorang tentara, dokter gigi Yodi harus selalu siap di

Dokter Gigi M. Arifin "Panglima Perang" di RSD COVID-19 Wisma Atlet

Gambar
drg. Muh. Arifin, Sp.Ort., M.Tr.Opsla (sumber gambar: tribunnews.com) Oleh: drg. Gelar S. Ramdhani Seperti yang pernah saya tulis dalam artikel saya sebelumnya, bahwa salah seorang sahabat saya pernah bertanya kepada saya tentang peran dokter gigi dalam situasi pandemi COVID-19 saat ini. Sebetulnya banyak sekali teman sejawat dokter gigi di Indonesia yang berperan aktif dalam penanganan COVID-19 ini, hanya saja mungkin belum banyak terpublikasikan kepada masyarakat. Apakah anda tahu Rumah Sakit Darurat (RSD) COVID-19 Wisma Atlet Jakarta?  Ya, betul sekali! RSD COVID-19 Wisma Atlet Jakarta adalah rumah sakit darurat yang dibuat oleh pemerintah, guna menanggulangi wabah COVID-19 saat ini. Kebijakan pemerintah tersebut sangat patut kita apresiasi, karena keberadaanya saat ini sangat dirasakan manfaatnya dalam upaya percepatan penanggulangan COVID-19. Mungkin anda bertanya "Apakah di RSD COVID-19 Wisma Atlet ada Dokter Gigi?"

Dokter Gigi Tidak Punya Peran Penting Saat Pandemi COVID-19! Benarkah Itu?

Gambar
Dokter Gigi (sumber gambar: dentistry.co.uk) Oleh: drg. Gelar S. Ramdhani Dalam sebuah obrolan singkat di WhatsApp dengan salah satu sahabat saya, tiba-tiba sahabat saya bertanya "Lar, apa sih peran dokter gigi dalam situasi pandemi COVID-19 seperti saat ini?, sepertinya tidak begitu penting ya?" Terus terang, sebagai dokter gigi darah saya sedikit "mendidih" membaca pesan WhatsApp seperti ini, tapi saya harus mencoba tetap tenang, dan memaklumi namanya juga belum paham. Saya balik nanya "Kenapa anda bertanya seperti itu?" Sahabat saya tersebut langsung menjawab "Itu saya lihat di pengumuman pendaftaran relawan COVID-19, dokter gigi tidak ada" Saya semakin paham kenapa sahabat saya bertanya seperti itu. Masyarakat Indonesia yang saya hormati, kita harus paham bahwa setiap profesi tentu harus bekerja sesuai dengan bidang keahliannya, atau sesuai dengan kompetensinya masing-masing.  Ketika kita akan menggarap