Quo Vadis Dokter Indonesia Setelah Menjamur Dokter Asing!

Dokter Asing
Dokter Asing (sumber gambar: doktersehat.com)

Oleh: drg. Gelar S. Ramdhani*

Hari ini adalah hari Senin, 17 Agustus 2020 bertepatan dengan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-75. Selepas shalat Isya menjelang tidur, seperti biasa saya sering membaca dulu beberapa berita di media online. 

Malam ini saya kaget ketika membaca salah satu berita di CNN Indonesia dengan judul "Luhut Sebut Pemerintah Akan Permudah Dokter Asing Masuk RI" (berita hari Kamis 13/08/2020). Setelah saya amati beberapa sosial media, berbagai macam reaksi sudah muncul di dunia maya, para netizen berkomentar terkait hal itu, terutama dari kalangan teman sejawat para dokter, kalau saya analisa sebagian besar kontra alias tidak setuju!.

Menurut saya begini, tidak ada yang salah dari rencana Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan, sebagai pejabat negara, sah-sah saja beliau punya pemikiran atau punya kebijakan apapun. Hanya satu yang ingin saya tanyakan "Apakah kebijakan tersebut sudah melalui proses kajian komprehensif terlebih dahulu, dengan melibatkan para ahli dan stakeholder dalam bidang kesehatan?".

Dalam pengambilan suatu keputusan, hendaknya pemerintah jangan terburu-buru, kajian komprehensif itu sangat penting untuk mengukur dampak positif dan negatif dari suatu kebijakan yang dikeluarkan, walaupun dampak positif dan negatif itu selalu ada dalam setiap pengambilan kebijakan, tapi setidaknya jika melalui kajian yang komprehensif, sangat dimungkinkan akan menemukan suatu formulasi win-win solution, yang mengurangi dampak negatifnya dan meningkatkan atau mengoptimalkan dampak positif yang diharapkan dari kebijakan tersebut.

Tentunya dampak positif yang diharapkan dari setiap kebijakan termasuk kebijakan kesehatan adalah untuk kesejahteraan rakyat Indonesia, sebagaimana yang termaktub dalam Undang-undang Dasar 1945 Pasal 28 H ayat 1 "Setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tingga, dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan". Jangan sampai dampak positif dari setiap kebijakan hanya untuk peningkatan keuntungan bisnis korporasi saja (apalagi korporasi pribadi), ini negara bukan perusahaan bung!

Kembali lagi kepada rencana pemerintah yang akan mempermudah izin dokter asing praktek di Indonesia, bagi saya pribadi sebagai dokter Indonesia, asli produk dalam negeri, saya bangga sebagai dokter Indonesia, saya tidak takut kalah dengan dokter asing! Kenapa tidak takut kalah atau takut tersaingi dokter asing?.

Ini negara saya, ini tanah air saya, saya ibarat singa buas di tengah hutan, saya yang punya wilayah, saya yang paham wilayah, saya yang punya kekuasaan atas wilayah saya, siapapun yang masuk ke hutan saya, maka mari kita buktikan!.

Apakah anda tahu bahwa di Amerika Serikat salah satu korps tentara yang disegani itu adalah United States Marine Corps (USMC) atau Korps Marinir Amerika Serikat?, Tapi jangan salah ketika USMC mengadakan latihan bersama dengan Korps Marinir TNI AL, tidak sedikitpun singa-singa Marinir Indonesia gentar, mereka buktikan bahwa ini adalah tanah kita, hutan kita, alam kita, dan terbukti dalam beberapa kali latihan bersama di Indonesia Marinir Amerika Serikat mengakui kehebatan dan keuntungan Marinir Indonesia.

Saya berharap rekan-rekan sejawat para dokter di Indonesia, jangan ada rasa khawatir sedikitpun dengan "serbuan" sejawat dokter asing, ini adalah tanah air kita, kita lebih mengenal karakter masyarakat kita seperti apa?, kita lebih paham bahasa masyarakat kita seperti apa?. Mereka (dokter asing) mau bawa teknologi? silahkan! mereka mau membawa keilmuan yang baru? silahkan! kita harus terbuka dengan perkembangan keilmuan dan teknologi kedokteran, kemudian kita salip mereka di tikungan, dan tunjukan kepada dunia melalui (mulut) mereka bahwa kita, dokter Indonesia pantas untuk disegani di dunia internasional.

Seandainya nanti banyak dokter asing ke Indonesia, akan saya ajak mereka ke pelosok negeri ini, akan saya perlihatkan kepada mereka sejawat-sejawat saya dokter dan dokter gigi Indonesia yang mengabdikan diri di daerah sangat terpencil, rela berpisah jauh dengan orang-orang tercintanya, jauh dari keramaian kota, jauh dari teknologi, medan perjuangan yang sangat ekstrim, tapi sejawat-sejawat saya tak pernah merasa lelah walaupun kesejahteraan yang diberikan pemerintah belum sebanding dengan pengorbanan yang diberikan untuk kemanusiaan, untuk bangsa dan negara!

Maju Terus Dokter Indonesia!

*Penulis adalah Dokter Gigi, Ketua BEM Kedokteran Gigi Universitas Jenderal Soedirman (2011-2012), Menteri Kajian Strategis dan Advokasi BEM Unsoed (2012-2013), Menteri Aksi dan Propaganda BEM Unsoed (2013-2014), Wakil Sekretaris Jenderal Persatuan Senat Mahasiswa Kedokteran Gigi Indonesia (2012-2014)

Komentar

Tulisan paling populer

Kenapa Saat Sakit Gigi Tidak Boleh Cabut Gigi?

Mau Tahu Biaya Cabut Gigi di Dokter Gigi? Baca Ini!

Minum Amoxicillin Sembarangan Saat Sakit Gigi, Bahaya!