Pengertian Ortodontik Preventif, Interseptif, dan Kuratif atau Korektif

Salah satu contoh peranti ortodontik interseptif (sumber gambar: scielo.br)

A. PERAWATAN ORTODONTIK PENCEGAHAN (PREVENTIVE ORTHODONTICS)
Pengertian preventive orthodontics adalah sebuah upaya yang bertujuan untuk menjaga agar pertumbuhan dan perkembangan gigi geligi serta rahang dapat berjalan dengan normal, sehingga tidak terjadi malposisi dan tidak terjadi hubungan rahang yang tidak normal. 

Contoh preventive orthodontics: Seorang ibu yang sedang hamil harus dijaga kebutuhan nutrisi atau gizinya, agar proses tumbuh kembang janin berjalan dengan normal. Apabila kebutuhan gizi ibu hamil tidak terpenuhi, bisa saja anak yang ada dalam kandungannya kelak mengalami maloklusi.

Contoh selanjutnya adalah pada bayi, kebutuhan nutrisi bayi harus benar-benar diperhatikan agar pertumbuhan dan perkembangan tubuhnya (termasuk gigi dan mulut) dapat berjalan dengan baik. Selain faktor nutrisi, seorang bayi harus terhindar dari berbagai macam penyakit yang dapat menganggu pertumbuhan dan perkembangan. Penyakit rhinitis, rakhitis, sifilis, TBC tulang atau avitaminosis dapat menyebabkan deformasi tulang termasuk gigi dan jaringan pendukungnya.

Kemudian contoh lain dari preventive orthodontics adalah mengajarkan kepada anak-anak yang sudah tumbuh gigi agar rajin menggosok gigi, memberi arahan agar menghindari makanan yang dapat merusak gigi, menyarankan agar rutin melakukan pemeriksaan gigi dan mulut ke dokter gigi, menjaga anak-anak agar tidak melakukan kegiatan atau kebiasaan buruk (bad habit) contoh: kebiasaan menghisap ibu jari (thumb sucking), menggigit bibir (lips biting), dan lain sebagainya.

B. PERAWATAN ORTODONTIK INTERSEPTIF (INTERCEPTIVE ORTHODONTICS)
Pengertian interceptive orthodontics adalah perawatan ortodontik pada kasus maloklusi yang sudah terlihat dan sedang berkembang. Tujuannya agar maloklusi yang sudah mulai tampak dapat dicegah agar tidak berkembang menjadi semakin parah.

Contoh perawatan ortodontik interseptif, misalnya: melakukan serial extraction, memasang space regainer untuk agar ruangan yang sempit pasca pencabutan dapat melebar kembali, melakukan pelebaran rahang atas (maksila) dengan cara memasanf Rapid Maxillary Expansion (RME).

C. PERAWATAN ORTODONTIK KURATIF ATAU KOREKTIF (Curative or Corrective Orthodontics)
Pengertian curative atau corrective orthodontics adalah upaya perawatan untuk mengkoreksi atau memperbaiki maloklusi yang sudah terjadi. Contoh perawatan ortodontik kuratif atau korektif adalah pemasangan alat ortodontik cekat pada seorang pasien yang menderita maloklusi.

Referensi:
  • Sulandjari, Heryumani., 2008. Buku Ajar Ortodonsia I, Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.
* Dirangkum kembali oleh: drg. Gelar S. Ramdhani
** Artikel ini hanya rangkuman untuk memudahkan belajar, mohon tidak dijadikan sumber referensi utama.

Simak pula tulisan Gelar S. Ramdhani lainnya klik disini
Apakah anda ingin mengetahui profil penulis tulisan ini? klik disini

Komentar

Tulisan paling populer

Kenapa Saat Sakit Gigi Tidak Boleh Cabut Gigi?

Minum Amoxicillin Sembarangan Saat Sakit Gigi, Bahaya!

Tips Pemeriksaan Kesehatan Gigi Seleksi TNI Polri