Tips Pemeriksaan Kesehatan Gigi Seleksi TNI Polri

Pemeriksaan gigi dan mulut (sumber gambar: rri.co.id)

Oleh: drg. Gelar S. Ramdhani

Sebagaimana yang kita ketahui untuk menjadi prajurit TNI dan anggota Polri harus memiliki kemampuan fisik yang baik, kecerdasan yang baik, moral atau akhlak yang baik, mental yang baik, dan juga kesehatan yang baik. Maka dari itu setiap kali dilaksanakan penerimaan prajurit TNI dan anggota Polri, pihak panitia penerimaan melakukan berbagai tahao seleksi, mulai seleksi administrasi, tes jasmani atau samapta, psikologi, mental ideologi, pemeriksaan kesehatan, dan lain sebagainya.

Dalam proses seleksi prajurit TNI atau anggota Polri ada tahapan pemeriksaan kesehatan, salah satunya adalah pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut. Bagi anda yang punya cita-cita ingin menjadi Tentara atau Polisi, jangan anggap sepélé atau anggap mudah pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut, karena tidak sedikit peserta seleksi yang secara fisik atau jasmani baik, hasil psikotes baik, segala macam baik, tapi tidak lolos seleksi gara-gara kesehatan gigi dan mulutnya buruk.

Saya sebagai dokter gigi, melalui artikel ini ingin berbagi tips kepada adik-adik yang ingin mengikuti seleksi prajurit TNI atau anggota Polri, agar sukses melewati tahap pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut. Sebelumnya anda harus mengetahui terlebih dahulu, kondisi gigi dan mulut yang ideal (sehat) itu seperti apa? diantaranya:
  1. Tidak memiliki gigi yang berlubang, apabila ada lubang sekecil apapun harus ditambal, dengan baik;
  2. Usahakan tidak boleh ada gigi yang hilang, baik karena patah (misal: jatuh) atau hilang karena dicabut, apabila terpaksa ada gigi yang hilang, wajib diganti dengan gigi tiruan (gigi palsu) yang memenuhi standar;
  3. Apabila terdapat lubang besar pada gigi, sebisa mungkin jangan dicabut, dokter gigi punya metode perawatan khusus untuk mempertahankan gigi yang berlubang besar;
  4. Tidak boleh ada sariawan pada gusi, dan mukosa mulut;
  5. Tidak boleh ada jamur pada gusi, dan mukosa mukut;
  6. Gigi harus bebas dari karang gigi, bekas kopi, bekas teh, dan bekas rokok;
  7. Gigi tidak boleh goyang atau mudah lepas;
  8. Gusi tidak boleh bengkak dan mudah berdarah;
  9. Tidak boleh bau mulut;
  10. Susunan gigi usahakan rapi, tidak berjejal atau gingsul;
  11. Rahang dapat membuka dan menutup mulut dengan baik (normal), tanpa ada rasa sakit atau kelianan lain pada saat membuka dan menutup mulut;
  12. Kelenjar air ludah berfungsi dengan baik, produksi air ludah normal, kekentalan air ludah normal;
  13. Bentuk, ukuran, dan hubungan rahang normal;
  14. Tidak terdapat celah langit dan atau celah bibir (bibir sumbing).
Agar kesehatan gigi dan mulut anda selalu dalam kondisi ideal, terutama pada saat seleksi, anda harus mempersiapkan sedini mungkin, tidak boleh mendadak!. Idealnya anda melakukan pemeriksaan awal, 3 (tiga) tahun sebelum seleksi, misal anda akan seleksi setelah lulus SMA, nah.. sejak kelas X atau kelas satu SMA, anda harus sudah melakukan pemeriksaan gigi dan mulut tahap awal.

Pada pemeriksaan mulut tahap awal, silahkan anda datang ke tempat praktik dokter gigi, atau bisa juga anda datang langsung ke RS atau Klinik milik TNI Polri (biasanya dibuka untuk masyarakat umum), ceritakan saja kepada dokter gigi di klinik tersebut bahwa anda nanti punya rencana ingin mengikuti seleksi TNI Polri, dokter gigi pasti akan melakukan pemeriksaan rongga mulut secara menyeluruh, dan pasti akan menyarankan anda untuk melakukan perawatan apabila dokter gigi menemukan masalah pada rongga mulut anda. Selanjutnya ikuti saran atau arahan dokter gigi yang memeriksa anda.

Setelah pemeriksaan awal dilakukan, selanjutnya jangan lupa lakukan pemeriksaan berkala (rutin), paling tidak 6 (enam) bulan sekali anda harus datang ke dokter gigi melakukan pemeriksaan gigi dan mulut. 

Oia, kenapa saya menyarankan anda untuk melakukan pemeriksaan awal sedini mungkin? tujuannya untuk mendeteksi masalah gigi dan mulut sedini mungkin, tidak menunggu kerusakan yang parah. Selain itu anda juga harus tahu bahwa beberapa jenis perawatan kedokteran gigi membutuhkan waktu yang cukup lama, contohnya proses merapikan gigi itu butuh waktu lama, perawatan saluran akar juga lama, pemasangan gigi tiruan juga tidak bisa satu kali kunjungan selesai.

Tips lainnya anda juga harus rajin menggosok gigi dengan teknik yang baik dan benar, kurangi konsumsi makanan manis dan lengket, konsumsi sayur dan buah, cukupi kebutuhan air minum harian, istirahat cukup, dan tidak boleh merokok.

Semoga bermanfaat untuk anda, tetap semangat, tidak boleh menyerah, karena cita-cita itu harus diperjuangkan dengan sungguh-sungguh!

Simak pula tulisan Gelar S. Ramdhani lainnya klik disini
Apakah anda ingin mengetahui profil penulis tulisan ini? klik disini

Komentar

  1. Alhamdulillah. Terima kasih kang informasinya. Izin share kang

    BalasHapus

Posting Komentar

Tulisan paling populer

Kita Butuh Bus Bandung Majalengka yang Layak!

Rekomendasi Bus dari Jakarta ke Majalengka

Kisah Kang Ari Lolos Seleksi CPNS 2018