Majalengka 4.0 Sudah Dimulai, Anda Siap?

Bincang Bisnis Business Initiative Movement (BIM) di Majalengka (sumber gambar: crew BIM)

Oleh: Gelar S. Ramdhani

Sebuah kehormatan bagi saya hari ini Sabtu (2/11/19) bisa menghadiri sebuah forum diskusi dengan tema "Bisnis di era Revolusi Industri 4.0", yang diselenggarakan oleh rekan-rekan dari Business Initiative Movement (BIM). Apa itu Business Initiative Movement atau disingkat BIM? Sebuah forum yang menjadi wadah perkumpulan lintas komunitas wirausaha, yang didirikan oleh Yayasan Kembangin Sosial dan CIEL-ITB.

Kegiatan tadi siang dari segi pemateri atau narasumbernya keren-keren kalau menurut saya, mulai dari Pak Nur Ibrahim (Dosen Telkom University) yang membahas lebih dalam seputar Revolusi Industri 4.0, Kang Ricky P. Ramadhan (Konsultan Digital Marketing) yang membahas seluk beluk pemasaran digital, Kang Tommi Priangadi (Founder BesokSenin.co) yang berbagi cerita seputar perkembangan media digital ala milenial, dan terakhir ada Kang Bambang Bayu (Founder Fruits Up) yang cukup memotivasi saya dalam membangun sebuah rantai usaha dari hulu ke hilir, melibatkan orang banyak, dan juga memberikan dampak manfaat bagi orang banyak.

Peserta yang hadir datang dari berbagai kalangan, mulai dari para pelaku usaha (entrepreneur) berbagai bidang yang sudah berjalan, hingga para calon pelaku usaha yang masih ingin belajar memulai mengembangkan sebuah usaha. Selain pemaparan materi dari masing-masing narasumber, dalam acara tersebut juga ada sesi diskusi tanya jawab.

Jujur saja kalau menurut saya acara tadi SANGAT KURANG....!!!! apanya yang kurang? waktunya kurang lama! hehehe.... Bagi orang awam seperti saya, sangat membutuhkan sekali nutrisi pengetahuan seperti yang tadi dibahas, bahkan saya yakin rekan-rekan anak muda Majalengka yang lainnya pun sama seperti saya, masih perlu banyak nutrisi pengetahuan terkait perkembangan zaman, revolusi industri 4.0, dan sebagainya.

Peserta dan narasumber foto bersama (sumber gambar: koleksi pribadi)

Seperti yang kita ketahui bahwa semakin hari jumlah penduduk dunia termasuk Indonesia semakin bertambah, jumlah penduduk Indonesia sepuluh tahun yang lalu mungkin tidak sebanyak jumlah penduduk Indonesia sekarang, dan jumlah penduduk sepuluh tahun yang akan datang pasti jauh lebih banyak dari sekarang. Artinya, dengan semakin banyaknya jumlah penduduk, maka persaingan antar penduduk akan semakin ketat di berbagai bidang.

Selain persaingan antar penduduk, hari ini kita sudah mulai bisa melihat manusia bersaing dengan teknologi komputer atau artificial intelligence. Contoh yang bisa kita lihat adalah sistem pembayaran jalan tol, dulu orang pakai jalan tol bayar di gardu tol dilayani manusia, saat ini orang bayar tol cukup menempelkan kartu uang elektronik saja. Dalam bidang lainnya juga sudah banyak yang menggunakan teknologi komputer untuk menggantikan peran manusia. Jelas fenomena seperti ini akan mengurangi jumlah tenaga kerja! Kebutuhan tenaga kerja berkurang, tapi jumlah penduduk akan terus bertambah.

Tapi disisi lain kehadiran teknologi komputer juga banyak mendatangkan manfaat bagi manusia, sebut saja dalam bidang e-commerce. Sangat banyak Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) termasuk di Majalengka yang pengembangan dan pertumbuhan bisnisnya terbantu dengan hadirnya e-commerce. Jadi perkembangan teknologi ini seperti dua sisi mata uang, satu sisi memberikan peluang (opportunity) satu sisinya lagi memberikan ancaman (threat).

Saya sangat senang apabila di Majalengka banyak diselenggarakan forum diskusi yang membahas mengenai peluang dan tantangan revolusi industri 4.0 saat ini, harapannya masyarakat Majalengka khususnya anak muda, semakin sadar bahwa saat ini kita sudah mulai atau sudah memasuki era revolusi industri 4.0, setelah sadar diharapkan tahu langkah apa yang harus dipilih?. Memilih kalah bersaing melawan arus revolusi industri 4.0, atau justru sebaliknya mengambil bagian dari peradaban revolusi industri 4.0.

HUDANG MAJALENGKA!!!

Simak pula tulisan Gelar S. Ramdhani lainnya klik disini
Apakah anda ingin mengetahui profil penulis tulisan ini? klik disini

Komentar

Tulisan paling populer

Rekomendasi Bus dari Jakarta ke Majalengka

Bus dari Majalengka ke Jakarta via Bekasi

Majalengka Tidak Butuh Wisata Pacaran!