Gigi Putih Tidak Selamanya Baik

Selain putih gigi juga harus bersih dan sehat (sumber gambar: amazon.co.uk)

Oleh: drg. Gelar S. Ramdhani

Masih banyak sekali masyarakat Indonesia yang berganggapan bahwa gigi yang baik itu adalah gigi yang putih. Sebenarnya pemahaman itu sedikit keliru, sebab gigi putih bukan satu-satunya ukuran gigi seseorang dikatakan baik. Saya sering memberikan edukasi kepada masyarakat bahwa gigi yang baik itu adalah gigi yang bersih dan sehat, serta didukung oleh kondisi rongga mulut yang sehat juga secara umum.

Memiliki keinginan punya gigi yang putih tidak salah, tapi jauh lebih baik selain putih kita juga harus selalu menjaga agar gigi kita tetap bersih dan sehat, salah satu caranya adalah rajin gosok gigi sesuai dengan teknik dan waktu yang tepat. Menurut teori yang saya pelajari selama kuliah di Fakultas Kedokteran Gigi, bahwa setiap orang memiliki warna gigi yang berbeda-beda, banyak faktor yang mempengaruhinya, selain itu warna gigi juga harus sesuai dengan warna kulit, agar secara estetika lebih proporsional, setiap dokter gigi belajar tentang hal itu.

Para pembaca yang saya hormati, sedikit saya ingin menjelaskan kepada anda mengenai ukuran gigi dan mulut seseorang dikatakan baik, diantaranya: gigi yang bersih, bebas sakit gigi, bebas gusi bengkak, bebas karang gigi, bebas noda bekas rokok, bebas bau mulut, bebas gigi gigi berlubang, tidak ada sisa akar yang dipelihara, gusi bersih dan sehat, gigi tidak goyang atau mudah lepas, gusi tidak mudah berdarah, tidak mudah sariawan, jumlah dan kekentalan air liur normal, rahang tidak sakit saat dibuka atau ditutup, tidak ada gigi yang tumbuh dalam posisi tertidur atau tidak pada tempatnya, susunan gigi tidak berantakan, dan apabila ada gigi yang hilang atau tanggal harus segera diganti dengan gigi tiruan (gigi palsu). Apabila anda memiliki salah satu masalah diatas, segera periksa ke dokter gigi terdekat.

Dalam artikel ini saya juga ingin memberikan himbauan kepada anda. Bahwa seiring dengan semakin banyaknya oknum tukang gigi atau salon gigi ilegal yang menawarkan jasa veneer gigi abal-abal (yang putih tidak jelas), jasa memutihkan gigi dengan bahan pemutih yang tidak jelas asalnya, dan lain sebagainya.

SILAHKAN BANDINGKAN GIGI YANG PUTIH BERSIH SEHAT ALAMI, DENGAN GIGI PUTIH ASAL-ASALAN HASIL OKNUM TUKANG GIGI ATAU SALON GIGI
Gigi sehat bersih putih alami (sumber gambar: mareawhitedds.com)
Hasil karya oknum tukang gigi atau salon gigi (sumber gambar: instagram @korbantukanggigi, dokumentasi: drg. Mega Mustika)
Veneer gigi hasil karya oknum tukang gigi atau salon gigi dilakukan pembongkaran karena tidak sesuai dengan standar kesehatan, keselamatan, dan estetika pasien (sumber gambar: instagram @korbantukanggigi, dokumentasi: drg. Mega Mustika)

Saya berharap masyarakat Indonesia cerdas menghadapi fenomena ini, tidak tergiur oleh bujuk rayu menyesatkan, promosi harga murah, dan lain sebagainya. Dari segi harga mungkin veneer atau memutihkan gigi di oknum tukang gigi jauh lebih murah, tapi anda harus mempertimbangkan faktor kesehatan, keselamatan, dan estetika. Anda juga perlu mengetahui bahwa menurut hukum yang berlaku di Indonesia, tukang gigi atau salon gigi tidak memiliki kompetensi dan kewenangan untuk melakukan tindakan memutihkan gigi, dan juga pemasangan veneer gigi.

Simak pula tulisan Gelar S. Ramdhani lainnya klik disini
Apakah anda ingin mengetahui profil penulis tulisan ini? klik disini

Komentar

Tulisan paling populer

Kita Butuh Bus Bandung Majalengka yang Layak!

Rekomendasi Bus dari Jakarta ke Majalengka

Kisah Kang Ari Lolos Seleksi CPNS 2018