Apresiasi dan Sentilan untuk Universitas Majalengka

Kampus Universitas Majalengka (sumber gambar: tintahijau.com)

Oleh: Gelar S. Ramdhani

Hari ini Kamis 31 Oktober 2019, baru saja saya membaca salah satu media online favorit saya, yang hampir setiap hari saya buka yaitu tintahijau.com kenapa saya suka membaca media online tersebut? walaupun boleh dikatakan fokus pemberitaannya lokal, mencakup wilayah Subang, Majalengka, Sumedang dan sekitarnya. Tapi media tintahijau.com ini memiliki karakter redaksi yang begitu kuat, update, konsisten, mudah dipahami, dan cukup berimbang dari segi pemberitaannya. Walaupun sesekali saya nilai sering ada kesalahan redaksional dalam penyajian konten, tapi saya rasa itu sangat wajar, media manapun pasti pernah mengalami hal tersebut.

Berita apa yang baru saja saya baca? sebuah berita membanggakan dari salah satu perguruan tinggi terkemuka di Majalengka yaitu Universitas Majalengka (Unma). Saya sangat bangga dengan Unma yang menurut pemberitaan di media baru-baru ini mendapatkan gelar juara karya mahasiswa terbaik pada Internet of Things (IoT) Competition tingkat Nasional, yang digelar pada tanggal 30 Oktober 2019, dalam rangkaian acara Musyawarah Nasional VI Permikomnas, di Universitas Siliwangi, Tasikmalaya.

Karya yang menjadi juara dalam acara tersebut adalah sebuah robot yang dinamakan SICAKET, apa itu SICAKET? saya lihat di video profilnya ternyata robot SICAKET ini sebuah robot yang memiliki kemampuan mendeteksi denyut jantung manusia, suhu badan, berat badan, hingga tinggi badan. Kemudian hasil deteksi dan penghitungannya terintegrasi dengan sistem data online, mungkin semacam data rekam medis.


Apabila video profil robot SICAKET tidak bisa dibuka silahkan KLIK DISINI

Pengembangan robot ini katanya untuk mendukung pengembangan smart city, mungkin kedepannya hasil penemuan mahasiswa Universitas Majalengka ini bisa digunakan di berbagai fasilitas kesehatan, seperti: klinik, puskesmas, rumah sakit, dan lain sebagainya.

Saya sangat berharap prestasi membanggakan seperti ini harus diapresiasi dengan baik oleh semua pihak, khususnya oleh pemerintah dalam hal ini Pemerintah Kabupaten Majalengka, karena Universitas Majalengka berada di Kabupaten Majalengka dan membawa nama harum Majalengka. Apresiasi yang diberikan jangan hanya sekedar apresiasi seremonial saja, atau hanya diberikan ucapan selamat, karangan bunga, atau hanya uang pembinaan alakadarnya. Setelah itu bubar!

Apresiasi yang pantas diberikan kepada mahasiswa-mahasiswa yang berprestasi semacam itu, dan juga dosen pembimbingnya adalah apresiasi dalam bentuk bantuan fasilitas pengembangan berkelanjutan. Bisa berbentuk fasilitas riset, alat bahan riset, biaya riset, hingga kesejahteraan mahasiswa dan dosennya harus diperhatikan. Dengan cara seperti itu saya yakin civitas akademika Universitas Majalengka akan semakin semangat dalam melakukan riset, termasuk memotivasi mahasiswa yang lainnya sehingga mau melakukan riset.

Setelah riset itu berhasil dan terus dikembangkan, jangan hanya jadi bahan pameran atau pertunjukan saja. Hasil riset perguruan tinggi harus bisa digunakan oleh masyarakat luas, memiliki nilai kebermanfaatan, sebagai perwujudan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Agar hal tersebut dapat terwujud, maka sudah selayaknya pihak kampus lebih bergairah lagi melakukan kerjasama strategis dengan berbagai stakeholder salah satunya adalah industri.

Dengan segala hormat, menurut saya Universitas Majalengka jangan hanya berfikir gimana lulusannya dapat diterima dunia kerja saja, tapi sudah saatnya membentuk lebih banyak lagi mahasiswa yang bisa menghasilkan sebuah karya nyata dan karya mahasiswa tersebut dapat diterima oleh dunia kerja, diterima oleh industri, bermanfaat untuk masyarakat banyak.

Simak pula tulisan Gelar S. Ramdhani lainnya klik disini
Apakah anda ingin mengetahui profil penulis tulisan ini? klik disini

Komentar

Tulisan paling populer

Rekomendasi Bus dari Jakarta ke Majalengka

Bus dari Majalengka ke Jakarta via Bekasi

Majalengka Tidak Butuh Wisata Pacaran!