Satu Jam Lebih Saya di Ruangan Kapolres Majalengka

Gelar S. Ramdhani Edwin Affandi Kapolres Majalengka
Dari Kiri ke Kanan : Gelar S. Ramdhani, Kapolres Majalengka,
dan Ari Ramadhan (sumber gambar : Koleksi Ari)

Rabu, 18 Januari 2023 sekitar pukul 09.51 WIB, smartphone saya tiba-tiba berbunyi, tampak pada layar smartphone saya, seorang sahabat saya IPDA Toni Margianto yang merupakan salah seorang perwira pertama di Satuan lalu lintas (Satlantas) Polres Majalengka, memanggil.... Singkat cerita dalam panggilan telepon tersebut, Pak Toni bercerita, bahwa Pak Kapolres Majalengka mengundang saya ke kantor, banyak hal yang ingin beliau diskusikan. Undangan dari Pak Kapolres tersebut bagi saya merupakan suatu kehormatan, dan saya pun menyanggupinya.

Tepat pada hari Senin, 30 Januari 2023 sekitar pukul 14.00 WIB saya bersama sahabat saya, memenuhi undangan Pak Kapolres Majalengka. Sebelum memasuki ruang kerja beliau, kami mendapatkan sambutan yang begitu ramah dari teman-teman Staf Pribadi Pimpinan (Spripim) Kapolres Majalengka, tidak lama kemudian salah seorang Spripim Kapolres mempersilahkan kami masuk ke ruangan kerja Kapolres, dan pertemuan pertama saya secara langsung dengan AKBP. Edwin Affandi, S.IK., M.H terjadi di ruangan kerja beliau. "Assalamualaikum Pak Kapolres..." Ucap saya sambil mengulurkan tangan kanan kepada beliau, dengan wajah yang sangat ramah beliau membalas ucapan salam saya "Wa'alaikumsalam..silahkan..silahkan.." beliau mempersilahkan kami duduk.

Gedung Kantor Polres Majalengka
Mako atau Kantor Kepolisian Resor Majalengka
(sumber gambar : Humas Polres Majalengka)

Saya yang senang menganalisa micro expression lawan bicara, melihat ekspresi Pak Kapolres pada waktu itu beliau terlihat sangat lelah. Wajar saja, hari itu saya bertemu beliau sekitar jam 14.00 WIB, sangat wajar apabila seseorang pada jam tersebut sudah merasa sangat lelah dengan rutinitas atau pekerjaannya, apalagi beliau merupakan seorang pimpinan. Meskipun siang itu beliau terlihat sangat lelah, akan tetapi saya dapat melihat ekspresi beliau, masih penuh semangat dan sangat tulus menyambut saya sebagai tamu.

Obrolan kami siang menjelang sore itu, diawali dengan obrolan ringan, obrolan seputar perjalanan hidup kami masing-masing. Edwin Affandi adalah seorang perwira menangah Kepolisian RI, dengan pangkat sekarang Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP), beliau adalah lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 2002, dan beliau menjabat Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Majalengka sejak Agustus 2021.

Setelah kami selesai dengan obrolan tentang perjalanan hidup kami masing-masing, secara tidak langsung Pak Edwin memberikan kesempatan kepada saya untuk menceritakan semua unek-unek saya tentang Polri, khususnya Polres Majalengka. Banyak sekali yang saya sampaikan kepada beliau mulai dari kritik, saran, hingga apresiasi untuk institusi Polres Majalengka. Beberapa yang saya tekankan kepada beliau adalah tentang kedisiplinan personil Polres Majalengka, dalam menjalankan tugasnya sebagai anggota Polri, diantaranya:
  1. Personel Polres Majalengka harus dapat memberikan contoh atau keteladanan untuk masyarakat. Misal personil Satuan lalu lintas (Satlantas) ketika mengendarai kendaraan roda empat atau lebih, hendaknya menggunakan sabuk pengaman, apalagi kalau mengendarai mobil dinas dan menggunakan pakaian dinas. Karena akan sangat terlihat kurang baik apabila seorang Polisi lalu lintas berseragam dinas, menggunakan mobil dinas, tidak menggunakan sabuk pengaman, itu akan terlihat oleh masyarakat, walaupun (mungkin) hal tersebut terkesan sepele, tapi hal tersebut dapat menjadi bahan hujatan di masyarakat, yang berakibat pada menurunkan citra Polri.
  2. Seluruh anggota Polres Majalengka yang sedang menjalankan tugas patroli, atau terjun ke masyarakat hendaknya melakukan tugas dengan sungguh-sungguh, karena saya pribadi masih sering melihat ada oknum anggota Polri yang melakukan tugas terjun ke masyarakat, hanya sekedar foto-foto (mungkin untuk laporan) kemudian setelah foto-foto pergi begitu saja.
Selain kritik dan saran, saya juga menyampaikan apresiasi untuk Polres Majalengka, diantaranya:
  1. Saya mengamati dibawah kepemimpinan AKBP. Edwin Affandi, S.IK., M.H. Polres Majalengka semakin baik dalam mengelola sosial media. Saat ini beberapa satuan di lingkungan Polres Majalengka cukup aktif, edukatif, informatif, dan interaktif di sosial media. Seperti Humas, Satlantas, dan Satreskrim.
  2. Saya mengamati pelayanan kepada masyarakat baik di tingkat Polres maupun di tingkat Polsek sudah cukup banyak perubahan. Misal pelayanan pembuatan SIM, perpanjangan SIM, pelayanan SKCK, pelayanan sidik jari, dan lain sebagainya. Sekarang jauh lebih humanis, cepat, jelas, tidak ribet, dan transparan.
  3. Masih terkait pelayanan kepada masyarakat, saya sangat mengapresiasi inovasi Satlantas Polres Majalengka, yakni membuat ruang bermain anak untuk anak-anak yang orang tuanya sedang mengurus SIM di Polres Majalengka.
  4. Dulu Polisi lalu lintas itu dikenal sebagai "musuh" anak sekolah, karena dianggap tukang nilang anak sekolah. Sekarang stereotipe tersebut perlahan memudar di masyarakat. Adapun salah satu yang mendorong citra Polisi lalu lintas semakin membaik di masyarakat, karena sekarang Polisi lalu lintas tidak hanya menonjol dalam penindakan terhadap pelanggar saja, tapi juga saya melihat Satuan lalu lintas Polres Majalengka, sangat aktif dalam melakukan kampanye atau edukasi keselamatan lalu lintas. Misalnya kegiatan pembinaan Patroli Keamanan Sekolah (PKS), kegiatan pembuatan konten edukasi lalu lintas, dan lain sebagainya.
  5. Satu lagi, ini adalah yang paling membuat saya kagum dengan kinerja Polres Majalengka di bawah kepemimpinan AKBP. Edwin Affandi, S.IK., M.H. Dulu masyarakat Majalengka kalau kehilangan motor atau mobil, kemudian motor atau mobilnya ditemukan Polisi, ada anggapan atau mungkin lebih tepatnya dugaan di masyarakat harus bayar sekian Rupiah untuk menebus kendaraan yang ditemukan Polisi -yang entah benar entah tidak dugaan tersebut-. Tapi sekarang, apabila Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Majalengka berhasil mengungkap dugaan tindak pidana curanmor, dan berhasil menemukan kendaraan masyarakat yang hilang dicuri, Polres Majalengka selalu mengumumkan secara terbuka lewat berbagai media, termasuk sosial media, dan masyarakat dipersilahkan mengambil kendaraan yang ditemukan Polisi, tanpa harus mengeluarkan biaya apapun, hanya membawa bukti kepemilikan yang sah.
Kapolres Majalengka Satreskrim Polres Majalengka
Kapolres Majalengka Menyerahkan Langsung Kendaraan Milik Masyarakat
yang Ditemukan oleh Polisi dari Tersangka Dugaan Curanmor
(sumber gambar : Humas Polres Majalengka)

Setelah saya puas menceritakan semua unek-unek saya tentang Polri atau dalam hal ini Polres Majalengka, tidak lama kemudian Pak Edwin langsung memberikan tanggapan, pada intinya beliau secara pribadi dan kapasitasnya sebagai Kapolres Majalengka menyambut baik setiap kritik dan saran dari masyarakat, apalagi jika kritik dan saran yang diberikan adalah kritik dan saran yang bersifat membangun untuk kemajuan institusi Polri. Bagi Pak Edwin, kritik dan saran merupakan "vitamin" bagi suatu organisasi atau institusi agar bisa semakin lebih baik.

Jumat Curhat Polres Majalengka Polda Jabar
Kapolres Majalengka Sedang Mendengarkan Aspirasi Masyarakat
Dalam Kegiatan Jumat Curhat Polres Majalengka
(sumber gambar : Humas Polres Majalengka)

Jum'at Curhat adalah salah satu program unggulan yang dimiliki oleh Polres Majalengka, pada program ini Pak Edwin beserta jajaran keliling ke daerah-daerah, duduk bersama dengan masyarakat, dan mendengarkan apa yang menjadi aspirasi, keluhan, kritik, dan saran masyarakat. Menurut Pak Edwin, dalam kegiatan Jum'at Curhat ini banyak sekali manfaat yang didapat, selain untuk mempererat hubungan silaturahmi antara masyarakat dengan Polisi, dari program Jum'at Curhat ini Polres Majalengka banyak sekali mendapatkan keluhan-keluhan dari masyarakat, sebagian sudah ditindaklanjuti, sebagian masih dalam proses, dan sebagian disampaikan ke institusi lain, jika keluhan yang disampaikan oleh masyarakat bukan merupakan wewenang Polres Majalengka.

Selain mendengarkan keluhan masyarakat secara langsung (offline), Pak Edwin juga mengaku sering mendengarkan atau membaca keluhan masyarakat lewat sosial media (online). Pak Edwin selalu mengingatkan kepada seluruh timnya agar lebih aktif, lebih komunikatif, serta lebih edukatif di sosial media. 

Pak Edwin menjelaskan kepada saya, saat ini akun-akun sosial media milik Polres Majalengka dapat dimanfaatkan oleh masyarakat Majalengka untuk melaporkan apapun, misal masyarakat melihat ada kelompok yang mau tawuran, atau ada dugan tindak pidana lainnya, langsung saja lapor melalui akun sosial media Polres Majalengka.

Sebagai penutup, Kapolres yang memiliki hobi olahraga badminton ini, mengajak masyarakat Majalengka, untuk bersama-sama menciptakan dan menjaga lingkungan masyarakat yang aman dan tertib, karena kalau lingkungan aman dan tertib, kan yang untung masyarakat juga, bisa ibadah dengan tenang, kerja dengan tenang, jualan dengan tenang, sekolah dengan tenang, bahkan bisa wisata atau jalan-jalan dengan tenang. Polisi tidak mungkin bisa bekerja maksimal tanpa adanya dukungan dari masyarakat. Bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan Polisi, tidak perlu ragu meminta bantuan Polisi, karena Polisi adalah milik masyarakat.

----------------------------------------------
Simak pula tulisan Gelar S. Ramdhani lainnya klik disini
Apakah anda ingin mengetahui profil penulis tulisan ini? klik disini
----------------------------------------------
Yuk tonton aneka video
tentang kesehatan gigi dan mulut
dari drg. Gelar S. Ramdhani klik disini

Komentar

Tulisan paling populer

Klasifikasi Maloklusi Angle dan Dewey

Rekomendasi Bus dari Jakarta ke Majalengka

Klasifikasi Karies Menurut GV Black