Ayo Mengenal Dokter Gigi Spesialis Kedokteran Gigi Anak

Dokter gigi sedang melakukan pemeriksaan pada pasien anak (sumber gambar: dentistrytoday.com)

Oleh: drg. Gelar S. Ramdhani

Saat ini masih banyak masyarakat Indonesia yang belum mengetahui bahwa dokter gigi itu ada dokter gigi umum (dengan gelar drg. ), dan ada juga dokter gigi spesialis, salah satunya dokter gigi spesialis kedokteran gigi anak (dengan gelar drg + Sp.KGA).

Apa perbedaan dokter gigi umum dan dokter gigi spesialis kedokteran gigi anak?
Dokter gigi spesialis kedokteran gigi anak memiliki kompetensi, pengetahuan, dan keterampilan yang lebih dalam hal yang berkaitan dengan kesehatan gigi dan mulut anak-anak.

Bagaimana cara menjadi dokter gigi spesialis kedokteran gigi anak?
Seseorang harus menempuh pendidikan S1 kedokteran gigi terlebih dahulu sekitar 3-5 tahun, kemudian lulus dengan gelar Sarjana Kedokteran Gigi (S.KG).

Setelah lulus sebagai Sarjana Kedokteran Gigi, selanjutnya harus menempuh pendidikan profesi dokter gigi atau disebut koas selama 1,5-2 tahun, kemudian setelah menjalani pendidikan profesi dokter gigi (koas), harus ikut ujian kompetensi, apabila dinyatakan lulus uji kompetensi baru berhak dinyatakan sebagai dokter gigi, dengan gelar drg. (dokter gigi umum)

Seorang dokter gigi umum (drg.) Apabila ingin menjadi dokter gigi spesialis kedokteran gigi anak, harus menempuh Program Pendidikan Dokter Gigi Spesialis (PPDGS) bidang spesialis kedokteran gigi anak, kurang lebih sekitar 3-5 tahun pendidikannya. Tidak mudah bukan?

Apa saja yang bisa dilakukan oleh dokter gigi spesialis kedokteran gigi anak?
Semua permasalahan kesehatan gigi dan mulut pada anak-anak, terutama untuk kasus-kasus tertentu adalah kewenangan dokter gigi spesialis kedokteran gigi anak. Mulai dari pencegahan gigi berlubang pada anak, penambalan atau perawatan pulpa pada gigi anak, pencabutan gigi anak, tindakan pencegahan agar pertumbuhan dan perkembangan tulang rahang dan gigi tidak bermasalah (tidak gingsul, tidak rapi, tidak berdesakan, tidak miring, dan sejenisnya), manajemen perilaku anak (misal: bagi anak yang punya ketakutan berlebih terhadap dokter gigi), hingga pelayanan kesehatan gigi dan mulut bagi anak berkebutuhan khusus.

Dari segi identitas, apa yang membedakan antara dokter gigi umum dan dokter gigi spesialis kedokteran gigi anak?
Dapat kita lihat dari gelar yang dipakai pada nama seorang dokter gigi, seorang dokter gigi umum gelarnya (drg.) misal "drg. Asep Setia Kawan"

Apabila seorang dokter gigi spesialis kedokteran gigi anak, gelar yang dipakai drg. + Sp.KGA misal "drg. Asep Setia Kawan, Sp.KGA"

Selain dokter gigi spesialis kedokteran gigi anak, bidang spesialisasi dokter gigi ada apa saja?
  • Bedah Mulut (Sp.BM), ahli dalam bidang bedah pada bagian mulut dan rahang;
  • Prostodonsia (Sp.Pros), ahli dalam bidang gigi tiruan dan sejenisnya;
  • Penyakit Mulut (Sp.PM), ahli dalam bidang kelainan atau penyakit pada mulut;
  • Konservasi (Sp.KG), ahli dalam bidang pencegahan kerusakan gigi, penambalan gigi, perawatan saluran akar, dan sejenisnya;
  • Orthodonsia (Sp.Ort), ahli dalam bidang pencegahan dan penanganan kelainan susunan gigi;
  • Periodonsia (Sp.Perio), ahli dalam bidang jaringan pendukung gigi, pencegahan dan perawatan kerusakan gusi dan tulang pendukung gigi;
  • Radiologi Kedokteran Gigi (Sp.RKG), ahli dalam bidang radiologi kedokteran gigi, misalnya ahli dalam menentukan kelainan atau penyakit pada gigi dan mulut melalui radiografi;
  • Seiring dengan perkembangan ilmu dan teknologi kedokteran gigi, kedepan mungkin bidang spesialisasi kedokteran gigi akan terus bertambah.
Semoga artikel ini bermanfaat untuk anda.

Simak pula tulisan Gelar S. Ramdhani lainnya klik disini
Apakah anda ingin mengetahui profil penulis tulisan ini? klik disini

Komentar

Tulisan paling populer

Tips Wisata ke Panyaweuyan Majalengka

Klasifikasi Maloklusi Angle dan Dewey

Minum Amoxicillin Sembarangan Saat Sakit Gigi, Bahaya!